Lompat ke konten
Beranda » Blog » Membersihkan Dinding Tandon Berkerak Tebal

Membersihkan Dinding Tandon Berkerak Tebal

Dinding Tandon Berkerak

Dinding Tandon Berkerak – Pernahkan Anda membuka penutup tandon air di rumah dan terkejut melihat dinding dalamnya banyak kerak tebal bewarna coklat atau kekuningan? Rasa – rasanya langsung enggan memakai airnya untuk mandi, apalagi untuk mencuci bahkan makanan, bukan?

Kerak tebal pada tandon biasanya terbentuk dari penumpukan endapan lumpur, kapur, serta kandungan mineral dalam air yang dibiarkan terlalu lama. Jika didiamkan, kerak ini tidak hanya membuat air jadi keruh dan berbau, tetapi juga bisa menjadi sarang bakteri.

Tenang, Anda tidak perlu buru-buruk mengganti tandon baru! Yuk, simak panduan praktis dan ampuh membersihkan dinding tandon berkerak tebal berikut ini.

Penyebab Dinding Tandon Air Mengalami Kerak Tebal

Penyebab Dinding Tandon Air Mengalami Kerak Tebal
Penyebab Dinding Tandon Air Mengalami Kerak Tebal

Sebelum membersihkan tandon, penting untuk mengetahui penyebab terbentuknya kerak. Dengan begitu, metode pembersihan bisa disesuaikan dengan jenis endapan yang menempel.

1. Kandungan Mineral dalam Air

Air tanah terkadang mengandung mineral terlarut, seperti kalsium dan magnesium. Ketika air mengendap atau mengalami penguapan, mineral tersebut dapat meninggalkan lapisan pada permukaan tangki.

Lama-kelamaan, endapan mineral akan menumpuk dan membentuk kerak keras. Kondisi ini lebih mudah terjadi pada sumber air dengan tingkat kesadahan tinggi.

2. Kotoran dari Sumber Air

Air sumur dapat membawa pasir halus, lumpur, dan partikel tanah. Sementara itu, air dari jaringan distribusi juga mungkin membawa partikel tertentu akibat kondisi saluran.

Jika partikel tersebut masuk ke dalam tandon, sebagian akan mengendap di dasar atau menempel pada dinding. Akibatnya, lapisan kotoran bisa semakin tebal apabila tandon jarang dibersihkan.

3. Tandon Jarang Dibersihkan

Tandon air yang digunakan setiap hari tetap membutuhkan perawatan rutin. Namun, banyak pemilik rumah baru memeriksa tangki ketika air mulai berubah warna atau berbau.

Padahal, endapan dapat terbentuk secara perlahan tanpa terlihat dari luar. Karena itu, pemeriksaan bagian dalam perlu dilakukan secara berkala.

4. Pertumbuhan Lumut dan Biofilm

Tandon yang terpapar cahaya atau memiliki kondisi kurang terawat dapat mengalami pertumbuhan lumut. Selain itu, lapisan biofilm bisa terbentuk akibat kumpulan mikroorganisme pada permukaan yang lembap.

Lapisan tersebut terkadang bercampur dengan mineral dan kotoran. Akibatnya, dinding tangki terlihat kusam, licin, atau memiliki noda yang sulit dibersihkan.

Cara Membersihkan Dinding Tandon Berkerak Tebal

Cara Membersihkan Dinding Tandon Berkerak Tebal
Cara Membersihkan Dinding Tandon Berkerak Tebal

Membersihkan kerak tidak cukup hanya dengan membuang air di dalam tangki. Sebaliknya, Anda perlu mengangkat endapan secara hati-hati agar permukaan tandon tidak rusak.

1. Kosongkan Tandon dan Siapkan Peralatan

Pertama, matikan pompa air dan tutup aliran masuk menuju tandon. Selanjutnya, keluarkan air yang tersisa melalui saluran pembuangan jika tersedia.

Siapkan sikat berbulu lembut, kain bersih, ember, dan sarung tangan. Pastikan juga area kerja aman serta tidak licin sebelum proses pembersihan dimulai.

Jangan memasuki tandon tertutup seorang diri. Ruang terbatas dapat memiliki ventilasi buruk dan menimbulkan risiko keselamatan.

2. Bilas Dinding Menggunakan Air Bersih

Setelah tandon kosong, basahi bagian dalamnya dengan air bersih. Langkah ini membantu melunakkan kotoran yang menempel pada permukaan tangki.

Kemudian, periksa bagian dinding yang memiliki kerak paling tebal. Dengan mengenali kondisi endapan, Anda bisa menentukan bagian yang membutuhkan perhatian lebih.

3. Sikat Kerak secara Perlahan

Gunakan sikat berbulu lembut untuk menggosok permukaan dinding secara bertahap. Mulailah dari bagian atas, lalu lanjutkan menuju bagian bawah.

Hindari penggunaan sikat kawat, pisau, atau benda tajam lainnya. Sebab, alat tersebut berisiko menggores lapisan dalam tandon, terutama pada tangki berbahan plastik.

Jika kerak belum terangkat, ulangi pembasahan dan penyikatan dengan tekanan ringan. Jangan memaksakan kerak terlepas sekaligus karena permukaan tangki bisa mengalami kerusakan.

4. Gunakan Pembersih yang Sesuai

Apabila kerak tetap menempel, pilih bahan pembersih yang dinyatakan aman untuk material tandon dan permukaan yang bersentuhan dengan air bersih. Ikuti petunjuk penggunaan serta waktu kontak pada label produk.

Hindari penggunaan bahan kimia keras tanpa petunjuk yang jelas. Selain itu, jangan mencampur pemutih dengan asam atau pembersih lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

Untuk kerak mineral yang sangat keras, mintalah saran dari produsen tandon atau tenaga profesional. Dengan demikian, proses pembersihan dapat dilakukan tanpa merusak tangki.

5. Bilas Sampai Tidak Ada Sisa Pembersih

Setelah kerak berhasil diangkat, bilas seluruh bagian dalam tandon menggunakan air bersih. Kemudian, keluarkan air bilasan melalui saluran pembuangan.

Ulangi pembilasan hingga tidak terlihat sisa kotoran atau busa pembersih. Setelah itu, periksa kembali dinding, dasar tangki, dan bagian saluran keluar.

Sebelum digunakan kembali, pastikan tandon sudah bersih dan tidak menyisakan bahan pembersih. Jika air masih berbau atau terlihat tidak normal, jangan langsung menggunakannya.

Tips Mencegah Kerak Tebal pada Tandon Air

Tips Mencegah Kerak Tebal pada Tandon Air
Tips Mencegah Kerak Tebal pada Tandon Air

Setelah tandon dibersihkan, lakukan beberapa langkah pencegahan agar kerak tidak cepat terbentuk kembali.

1. Bersihkan Tandon Secara Berkala

Jadwalkan pemeriksaan dan pembersihan sesuai kondisi sumber air serta petunjuk produsen. Jika air mengandung banyak sedimen, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih sering.

Selain itu, segera bersihkan endapan ringan sebelum mengeras. Cara ini membuat proses perawatan berikutnya menjadi lebih mudah.

2. Periksa Kualitas Sumber Air

Jika kerak terus muncul, periksa kemungkinan tingginya kandungan mineral atau banyaknya sedimen pada air. Pengujian kualitas air dapat membantu menentukan penyebabnya.

Selanjutnya, pertimbangkan sistem penyaringan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Namun, pilih filter berdasarkan jenis kontaminan agar hasilnya lebih efektif.

3. Pastikan Tandon Tertutup Rapat

Tutup tandon dengan baik untuk mengurangi masuknya debu, serangga, dan kotoran dari luar. Selain itu, tempatkan tangki sesuai petunjuk pemasangan agar terlindung dari kondisi lingkungan yang berisiko.

4. Periksa Kondisi Dinding dan Saluran

Perhatikan apakah terdapat retakan, goresan dalam, atau endapan berulang pada area tertentu. Jika ada kerusakan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum tandon Anda gunakan kembali.

Baca juga : Dampak Posisi Tandon Terlalu Rendah

Kesulitan membersihkan tandon atau menemukan masalah pada saluran air? Gunakan Jasa Bersih Tandon untuk membantu pemeriksaan dan penanganan yang tepat dengan klik tombol berikut ini.

Kesimpulan

Membersihkan dinding tandon berkerak tebal memang membutuhkan sedikit usaha dan ketelatenan. Namun, dengan bantuan bahan yang tepat seperti sitrun serta teknik perendaman yang pas, kerak paling membandel sekalipun bisa rontok dengan mudah.

Yuk, luangkan waktu weekend ini untuk mengecek kondisi tandon air di rumah Anda demi menjaga kesehatan keluarga!