Kenapa Air Tandon Berminyak – Pada Juli 2026, warga Bangkalan, Jawa Timur, sempat heboh. Awalnya, mereka mengebor sumur sedalam 100 meter, lalu lubang itu menyemburkan gas bercampur air dan minyak. Dari situ, banyak orang mulai curiga pada air di rumahnya. Nah, kenapa air tandon berminyak padahal tidak ada sumur minyak di sekitar? Karena itu, artikel ini membahas penyebab, risiko, dan cara membersihkannya.
Penyebab Lapisan Berminyak di Air Tandon

Biofilm pada Permukaan Air
Lapisan tipis yang mengilap di permukaan air belum tentu berasal dari minyak. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah biofilm, yaitu lapisan yang terbentuk dari kumpulan mikroorganisme pada permukaan yang lembap. Kondisi ini bisa muncul jika tandon jarang kuras atau kualitas air kurang terjaga.
Bakteri Besi dalam Air Sumur
Air sumur yang mengandung zat besi dapat mengalami perubahan warna dan membentuk endapan akibat aktivitas mikroorganisme tertentu. Lapisan di permukaan air terkadang terlihat berwarna pelangi sehingga menyerupai minyak. Biasanya, kondisi ini juga bisa disertai noda berwarna kuning, cokelat, atau kemerahan. Namun, tampilan tersebut saja tidak cukup untuk memastikan keberadaan bakteri besi.
Debu dan Partikel dari Lingkungan
Tandon yang tidak tertutup rapat lebih mudah kemasukan debu, asap, dan kotoran dari lingkungan sekitar. Jika berada dekat jalan raya atau area industri, partikel dari udara juga berpotensi mencemari air. Sebagian partikel dapat membentuk lapisan di permukaan yang tampak mengilap. Pastikan tutup tandon terpasang rapat dan periksa apakah ada celah yang memungkinkan kotoran masuk.
Residu Sabun, Pelumas, atau Bahan Lain
Lapisan berminyak juga bisa berasal dari residu yang masuk melalui peralatan atau proses pengisian air. Periksa kondisi pompa, pipa, dan sambungan untuk memastikan tidak ada kebocoran pelumas atau kontaminasi dari bahan lain. Jika tandon baru dipasang, pastikan bagian dalamnya sudah dibersihkan sesuai petunjuk produsen.
Sumber Air Tercemar Minyak atau BBM
Air yang tercemar bahan bakar minyak atau produk minyak bumi dapat membentuk lapisan mengilap di permukaan. Bau bensin, solar, atau pelarut yang menyengat perlu diwaspadai sebagai tanda kemungkinan kontaminasi kimia. Kasus pencemaran air sumur yang menyerupai bahan bakar pernah dilaporkan di Kediri pada 2023.
Bahayakah Air Tandon Berminyak untuk Mandi dan Minum?

Hindari untuk Minum
Kontaminasi bisa berasal dari mikroorganisme maupun bahan kimia yang tidak aman bagi tubuh. Merebus air tidak dapat menghilangkan semua jenis kontaminan kimia dan bahkan bisa meningkatkan paparan uap dari zat tertentu. Gunakan air minum yang sumbernya terjamin keamanannya sampai masalah selesai diperiksa.
Jangan untuk Mandi
Air yang terkontaminasi bahan kimia atau mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Namun, kulit gatal setelah mandi tidak selalu berarti air mengandung minyak karena penyebabnya bisa beragam. Jika lapisan berminyak terlihat jelas atau air berbau tidak biasa, hentikan pemakaian untuk mandi sementara.
Hindari untuk Memasak dan Mencuci Peralatan Makan
Air yang kualitasnya belum kelihatan, sebaiknya tidak untuk memasak, mencuci bahan makanan, atau membilas peralatan makan. Kontaminan tertentu dapat tertinggal pada permukaan peralatan atau berpindah ke makanan. Memasak juga tidak menjamin seluruh bahan pencemar menjadi aman.
Waspadai Bau Bensin atau Pelarut
Bau bensin, solar, atau pelarut yang kuat bisa menjadi tanda kontaminasi bahan kimia. Jika muncul bau seperti ini, hindari penggunaan air dan jangan menyalakan api atau merokok di dekat area yang tercemar. Beberapa bahan bakar menghasilkan uap yang mudah terbakar dan berbahaya jika terhirup.
Periksa Sampel Air di Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium dapat membantu mengidentifikasi penyebab lapisan berminyak dan menilai kualitas air. Pilih laboratorium yang terakreditasi dan memiliki layanan pengujian sesuai dugaan kontaminasi. Tanyakan prosedur pengambilan serta penyimpanan sampel agar hasil pemeriksaan lebih akurat.
Cara Menghilangkan Lapisan Minyak di Tandon Air Sampai Bersih

Periksa Sumber Air
Jika air terlihat berminyak, hentikan penggunaannya untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci peralatan makan. Periksa apakah lapisan tersebut berasal dari tandon, pompa, pipa, atau sumber air. Jika tercium bau bahan bakar atau pelarut, jangan mengoperasikan peralatan yang berpotensi memicu percikan di area tercemar.
Sikat dengan Sabun
Sabun cuci piring memang dapat membantu mengangkat lemak pada beberapa permukaan, tetapi belum tentu cocok untuk semua jenis tandon. Sisa sabun juga bisa mencemari air jika pembilasan tidak tuntas. Jika sumber lapisan belum nampak, jangan langsung menambahkan sabun, deterjen, atau bahan kimia lain.
Bersihkan Sesuai Kontaminasi
Setelah mengetahui penyebabnya, kosongkan dan bersihkan tandon menggunakan prosedur yang sesuai dengan materialnya. Jika masalahnya berupa endapan atau biofilm, pembersihan mekanis dan disinfeksi yang tepat mungkin perlu. Namun, jika air tercemar BBM atau bahan kimia, penanganannya tidak cukup hanya dengan menguras dan menyikat tandon.
Periksa Pompa, Pipa, dan Sambungan
Setelah tandon perlu kuras, periksa pompa, pipa, sambungan, serta jalur masuk air. Komponen yang rusak atau terkontaminasi bisa menjadi sumber masalah berulang. Jika menggunakan air sumur, periksa juga kondisi sumber airnya.
Cegah Lapisan Berminyak Muncul Lagi
Pasang tutup tandon dengan rapat agar debu dan kotoran tidak mudah masuk. Periksa kondisi tandon dan jalur pipa secara berkala, serta bersihkan sesuai kebutuhan dan petunjuk produsen. Jika lapisan berminyak muncul kembali, jangan hanya mengulang proses kuras tanpa mencari penyebabnya.
Baca Juga: Pentingnya Pengurasan Tandon Berkala
Kesulitan membersihkan tandon atau menemukan masalah pada saluran air? Gunakan Jasa Bersih Tandon untuk membantu pemeriksaan dan penanganan yang tepat dengan klik tombol berikut ini.


