Lompat ke konten
Beranda » Blog » Dampak Posisi Tandon Terlalu Rendah

Dampak Posisi Tandon Terlalu Rendah

Dampak Posisi Tandon Terlalu Rendah

Posisi Tandon Terlalu Rendah – Pernah mandi, tapi air cuma menetes pelan? Banyak warga mengeluhkan air yang sulit naik ke lantai atas, apalagi saat kemarau. Padahal, penyebabnya sering sepele, yaitu posisi tandon terlalu rendah. Nah, artikel ini memberi informasi sekaligus tips praktis untuk kamu. Selain itu, kamu bisa langsung mengecek tandon di rumah. Yuk, simak sampai habis!

Kenapa Posisi Tandon Terlalu Rendah Bisa Bermasalah?

kenapa_posisi_tandon_terlalu_rendah_bisa_bermasalah__1x
kenapa_posisi_tandon_terlalu_rendah_bisa_bermasalah__1x

1. Gravitasi Jadi Tenaga Utama

Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah karena bantuan gravitasi. Jadi, semakin rendah posisi tandon, semakin kecil dorongan air menuju keran. Akibatnya, aliran air bisa terasa pelan, terutama pada keran yang letaknya jauh atau lebih tinggi. Keran di lantai atas bahkan bisa mengeluarkan air yang sangat kecil.

2. Beda Tinggi Terlalu Tipis

Ketinggian tandon sangat berpengaruh terhadap tekanan air di dalam pipa. Jika jarak antara tandon dan keran hanya sekitar satu meter, tekanan yang dihasilkan cenderung kecil. Tekanan tersebut bisa kalah dengan hambatan dari pipa dan sambungan. Alhasil, air yang keluar dari keran terasa kurang deras.

3. Pipa Menahan Aliran

Pipa yang terlalu panjang bisa membuat aliran air semakin terhambat. Belokan pipa yang terlalu banyak juga bisa mengurangi kelancaran aliran. Kondisi ini semakin terasa jika ukuran pipa terlalu kecil untuk kebutuhan air di rumah. Akibatnya, tandon yang sudah rendah membuat aliran air semakin lemah.

4. Pompa Bekerja Lebih Berat

Tandon yang terlalu rendah sering membuat pemilik rumah menambahkan pompa untuk memperkuat aliran air. Namun, pompa bisa bekerja lebih lama jika tekanan dari tandon sangat kecil. Jika digunakan terus-menerus, mesin bisa lebih cepat panas dan mengalami kerusakan. Penggunaan pompa yang berlebihan juga bisa membuat konsumsi listrik meningkat.

5. Air Sulit Naik ke Lantai Atas

Rumah bertingkat membutuhkan tekanan air yang lebih besar untuk mengalirkan air ke lantai atas. Jika posisi tandon terlalu rendah, tekanan air biasanya tidak cukup kuat untuk mencapainya. Akibatnya, keran atau kamar mandi di lantai dua bisa mengeluarkan air yang sangat kecil. Kondisi ini tentu membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

Dampak Tandon Rendah terhadap Tekanan Air di Rumah

dampak_tandon_rendah_terhadap_tekanan_air_di_rumah_1x
dampak_tandon_rendah_terhadap_tekanan_air_di_rumah_1x

1. Shower Mengalir Lemah

Tekanan air yang rendah bisa membuat aliran shower menjadi kecil. Akibatnya, aktivitas mandi membutuhkan waktu lebih lama karena air keluar dengan pelan. Sabun dan sampo juga menjadi lebih sulit dibilas sampai bersih. Kondisi ini tentu membuat mandi terasa kurang nyaman.

2. Mesin Cuci Sering Error

Mesin cuci membutuhkan aliran air yang cukup agar proses pengisian berjalan dengan baik. Jika tekanan air terlalu rendah, air bisa masuk ke mesin dengan sangat lambat. Pada kondisi tertentu, mesin bahkan bisa berhenti atau menampilkan kode error. Akibatnya, proses mencuci menjadi terganggu dan pekerjaan rumah bisa tertunda.

3. Water Heater Tidak Optimal

Water heater membutuhkan tekanan air tertentu agar dapat bekerja dengan baik. Jika tekanan terlalu rendah, aliran air panas bisa menjadi tidak stabil. Beberapa alat juga dapat mati secara otomatis ketika tekanan air tidak mencukupi. Akibatnya, penggunaan water heater menjadi kurang nyaman.

4. Kloset Sulit Menyiram

Tekanan air yang rendah membuat tangki kloset membutuhkan waktu lebih lama untuk terisi. Semprotan bidet juga bisa terasa lemah sehingga kurang nyaman digunakan. Jika aliran air tidak cukup kuat, proses menyiram kloset pun menjadi kurang maksimal. Karena itu, tekanan air di kamar mandi sebaiknya tetap diperhatikan.

5. Endapan Menumpuk di Tandon

Aliran air yang kurang lancar dapat membuat kotoran dan endapan lebih mudah tertinggal di dalam tandon. Jika tidak dibersihkan, lumut dan kotoran bisa menumpuk di bagian dasar tandon. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebersihan dan kualitas air yang digunakan sehari-hari. Karena itu, tandon perlu dikuras dan dibersihkan secara rutin.

Tips Tentukan Posisi Standard Tandon agar Air Mengalir Lancar

tips_tentukan_posisi_standard_tandon_agar_air_mengalir_lancar__1x
tips_tentukan_posisi_standard_tandon_agar_air_mengalir_lancar__1x

1. Pasang Dua Meter di Atas Keran Tertinggi

Salah satu patokan yang bisa digunakan adalah menempatkan tandon air sekitar dua meter di atas keran tertinggi. Semakin tinggi posisi tandon, semakin besar tekanan yang dihasilkan oleh gravitasi. Untuk kebutuhan tertentu, posisi sekitar tiga meter bisa memberikan tekanan yang lebih baik. Namun, ketinggian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi rumah dan kebutuhan air.

2. Bangun Dudukan yang Kuat

Tandon berisi air memiliki bobot yang sangat berat sehingga membutuhkan dudukan yang kokoh. Gunakan dudukan dari material yang kuat, seperti baja atau beton, sesuai dengan kapasitas tandon. Pastikan sambungan dan bagian penopang terpasang dengan baik agar tidak mudah bergeser. Selain itu, letakkan tandon di permukaan yang rata dan aman.

3. Pilih Diameter Pipa yang Pas

Ukuran pipa ikut menentukan seberapa lancar air mengalir ke seluruh rumah. Pipa yang terlalu kecil dapat membuat aliran lebih mudah terhambat. Untuk instalasi rumah, ukuran pipa perlu disesuaikan dengan kapasitas tandon dan jumlah titik air yang digunakan. Selain itu, kurangi penggunaan belokan tajam agar aliran air tetap lancar.

4. Pertimbangkan Pompa Booster

Tidak semua rumah memiliki ruang yang cukup untuk memasang tandon di tempat tinggi. Jika kondisi tersebut terjadi, pompa booster bisa menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan tekanan air. Pilih pompa dengan kapasitas yang sesuai agar tidak boros listrik. Sebaiknya, sesuaikan juga pemasangannya dengan kebutuhan dan sistem pipa di rumah.

5. Rutin Cek dan Rawat

Perawatan rutin membantu menjaga aliran air tetap lancar dan kondisi tandon tetap baik. Tandon sebaiknya dikuras secara berkala untuk membersihkan endapan dan kotoran yang menumpuk. Selain itu, periksa pipa, sambungan, dan keran untuk memastikan tidak ada kebocoran. Jangan lupa cek pelampung agar pengisian tandon tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga : Mengatasi Endapan Lumpur di Tandon Rumah

Untuk informasi mengenai jasa bersih tandon kami, maka hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Kesimpulan

Singkatnya, posisi tandon terlalu rendah membuat tekanan air lemah dan merepotkan aktivitas harian. Selain itu, perangkat rumah ikut bekerja lebih berat. Karena itu, naikkan tandon minimal dua meter dari keran tertinggi