Lompat ke konten
Beranda » Blog » Mengapa Warna Air di Tandon Berubah

Mengapa Warna Air di Tandon Berubah

Mengapa Warna Air di Tandon Berubah

Mengapa Tandon Berubah Warna —  Air bersih seharusnya jernih dan tidak berwarna saat keluar dari keran rumah. Namun, tidak jarang pemilik rumah menemukan air tandon mereka berubah warna menjadi kuning, cokelat, atau hijau. Pertanyaan mengapa tandon berubah warna menjadi kekhawatiran serius karena berkaitan dengan kesehatan keluarga.

Perubahan warna air bukanlah hal sepele dan bisa mengindikasikan adanya kontaminasi berbahaya. Sayangnya, banyak orang tidak memahami penyebab dan cara mengatasi masalah ini dengan tepat.

Beragam Jenis Warna Air Tidak Sehat1. Beragam Jenis Warna Air Tidak Sehat

Air berwarna kuning atau kecokelatan

Warna kuning pada air biasanya berasal dari kandungan besi atau karat pipa. Air seperti ini sering meninggalkan noda di kamar mandi atau pakaian. Selain itu, air juga terasa kurang segar saat digunakan. Kondisi ini menandakan kualitas air sudah tidak baik untuk pemakaian sehari-hari.

Air berwarna hijau atau kehijauan

Air yang berubah hijau menandakan adanya pertumbuhan alga atau lumut. Hal ini sering terjadi pada tandon yang terkena sinar matahari langsung. Biasanya air juga disertai bau seperti tanah basah. Air seperti ini jelas tidak sehat untuk mandi atau mencuci.

Air berwarna hitam atau abu-abu gelap

Warna gelap pada air menunjukkan adanya lumpur atau sedimen yang membusuk. Partikel kotor ini membuat air terlihat sangat keruh dan tidak layak pakai. Air dengan warna ini juga berpotensi mengandung bakteri berbahaya. Sebaiknya air langsung dikuras dan tidak digunakan.

Air berwarna putih susu atau keruh

Kekeruhan putih bisa disebabkan oleh banyaknya gelembung udara di dalam air. Penyebab lain adalah kandungan mineral yang terlalu tinggi. Air seperti ini sebaiknya didiamkan terlebih dahulu untuk melihat perubahan. Jika tetap keruh, berarti air memerlukan proses penyaringan.

Air berwarna kemerahan atau pink

Warna kemerahan biasanya muncul karena karat parah pada pipa. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh bakteri tertentu di dalam tandon. Air dengan kondisi ini sangat tidak dianjurkan untuk digunakan. Perlu dilakukan pemeriksaan dan pembersihan segera.

Penyebab Mengapa Tandon Berubah Warna2. Penyebab Mengapa Tandon Berubah Warna

Pertumbuhan alga akibat paparan sinar matahari

Tandon yang transparan sangat mudah tembus sinar matahari. Cahaya ini memicu tumbuhnya alga di dalam air. Akibatnya, air berubah menjadi hijau dan berbau tidak sedap. Masalah ini sering terjadi pada tandon yang terletak di area terbuka.

Korosi dan karat pada pipa metal

Pipa besi yang sudah lama pakai mudah mengalami karat. Karat tersebut larut ke dalam aliran air menuju tandon. Inilah penyebab utama air berubah kuning atau cokelat. Semakin tua kondisi pipa, semakin besar risiko perubahan warna air.

Sedimentasi dari sumber air

Air dari sumur atau PDAM sering membawa partikel kecil seperti pasir dan tanah. Partikel ini akan mengendap di dasar tandon seiring waktu. Endapan tersebut membuat air menjadi keruh dan berubah warna. Jika tidak bersih, kualitas air akan terus menurun.

Kontaminasi bakteri dan mikroorganisme

Bakteri dapat tumbuh dengan cepat di dalam tandon yang lembap dan kotor. Beberapa jenis bakteri bahkan menghasilkan lendir berwarna. Kondisi ini membuat air terlihat kotor dan berbau. Tandon yang jarang kuras sangat rentan mengalami masalah ini.

Tandon yang jarang bersih

Debu dan kotoran perlahan akan menumpuk di dalam tandon. Jika tidak pernah kuras, kotoran tersebut berubah menjadi lapisan biofilm. Lapisan inilah yang membuat air berubah warna dan tidak sehat. Perawatan yang kurang menjadi penyebab paling umum masalah ini.

Cara Terhindar dari Perubahan Warna Air Tandon3. Cara Terhindar Air Tandon Tercemar

Pilih tandon berkualitas dan berwarna gelap

Tandon berwarna gelap lebih efektif menahan sinar matahari. Dengan begitu, pertumbuhan alga bisa tercegah sejak awal. Material berkualitas juga membuat air lebih aman tersimpan dalam jangka panjang. Pemilihan tandon yang tepat adalah langkah pencegahan utama.

Pasang filter air multi tahap

Filter air membantu menyaring kotoran sebelum masuk ke tandon. Sistem penyaringan yang baik dapat menahan sedimen dan partikel halus. Ganti filter secara rutin agar tetap berfungsi optimal. Dengan filter yang tepat, kualitas air akan lebih terjaga.

Lakukan pembersihan tandon secara berkala

Membersihkan tandon minimal setiap 3 sampai 6 bulan teratur. Pembersihan rutin mencegah penumpukan kotoran di dalam tandon. Air pun tetap jernih dan tidak mudah berubah warna. Kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan keluarga.

Gunakan pipa PVC atau stainless steel

Pipa PVC dan stainless steel lebih aman dari risiko karat. Berbeda dengan pipa besi, material ini tidak mencemari air. Penggantian pipa lama dapat membantu mencegah perubahan warna. Investasi ini sangat bermanfaat untuk jangka panjang.

Pastikan tandon selalu tertutup rapat

Penutup tandon harus dalam kondisi baik dan tidak berlubang. Tutup yang rapat mencegah masuknya debu dan serangga ke dalam air. Pemeriksaan rutin pada bagian penutup sangat perlu. Dengan cara ini, air tandon akan tetap bersih dan terjaga kualitasnya.

Kebutuhan untuk kebersihan air untuk rumah tangga haruslah bersih jernih. Untuk menjaga kualitas air tetap terjaga, maka menguras tandon adalah hal wajib rutin kuras. Jika butuh bantuan jasa bersih tandon bisa menghubungi WhatsApp berikut.

 

Kesimpulan

Inilah alasan mengapa tandon berubah warna sebab oleh hal lain yang membuat air tercemar. Perubahan warna dari kuning, hijau, hingga hitam mengindikasikan berbagai jenis kontaminasi yang berbeda. Penyebab utamanya meliputi pertumbuhan alga, korosi pipa, sedimentasi, bakteri, dan kurangnya perawatan tandon.

""