Air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus tersedia setiap hari di rumah. Namun, masalah bau tak sedap dari tandon sering mengganggu kenyamanan keluarga. Mengetahui cara hilangkan bau tandon menjadi solusi penting untuk kesehatan dan kebersihan. Bau tidak sedap ini bisa berasal dari berbagai penyebab yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh tentang masalah ini sangat diperlukan untuk keluarga.
Sebab Tandon Air Berbau Tak Sedap
Pertumbuhan Lumut dan Ganggang Hijau
Lumut mudah tumbuh di dalam tandon yang jarang dibersihkan secara rutin. Masuknya cahaya matahari melalui celah kecil pada tandon dapat mempercepat proses pertumbuhan lumut. Kondisi ini membuat air berubah warna menjadi kehijauan dan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain itu, keberadaan lumut secara berlebihan dapat menurunkan kualitas air dan membahayakan kesehatan .
Bakteri dan Mikroorganisme dalam Air
Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat pada air yang dibiarkan menggenang dalam waktu lama. Suhu hangat di dalam tandon menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme. Bakteri tersebut menghasilkan zat dan gas yang menyebabkan bau busuk yang mengganggu. Jika digunakan, air yang terkontaminasi dapat memicu gangguan kulit maupun pencernaan.
Endapan Kotoran dan Sedimen
Kotoran seperti pasir, lumpur, dan sedimen halus akan mengendap di dasar tandon seiring waktu. Bahan-bahan ini biasanya berasal dari sumber air yang tidak tersaring dengan baik. Ketika endapan ini membusuk, bau amis yang menyengat akan muncul dari dasar tandon.
Tandon yang Jarang Dikuras
Banyak pemilik rumah tidak memperhatikan jadwal pembersihan tandon secara berkala. Dalam kondisi normal, tandon sebaiknya dikuras minimal setiap 3–6 bulan untuk menjaga kualitas air. Tanpa pembersihan rutin, kotoran dan mikroorganisme akan menumpuk secara signifikan. Akibatnya, bau tak sedap akan muncul dan semakin kuat apabila dibiarkan terlalu lama.
Material Tandon yang Sudah Rusak
Tandon dengan kualitas material rendah lebih mudah retak atau bocor seiring pemakaian. Retakan kecil ini dapat menjadi jalan masuk bagi serangga, debu, dan kotoran dari luar. Selain itu, material yang rusak berpotensi melepaskan zat kimia yang mencemari air. Kondisi ini membuat air mengeluarkan bau tidak sedap serta berbahaya bagi kesehatan keluarga.
Cara Hilangkan Bau Tak Sedap Dalam Tandon
Kuras dan Bersihkan Tandon Secara Menyeluruh
Awal mulacara hilangkan bau tandon adalah dengan menguras seluruh air hingga tandon benar-benar kosong. Setelah itu, sikat dinding dan dasar tandon menggunakan sikat berbulu keras untuk menghilangkan lumut dan kotoran. Pastikan membilas tandon berkali-kali hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal.
Gunakan Larutan Kaporit untuk Desinfeksi
Kaporit merupakan bahan desinfektan yang sangat efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme. Campurkan 2–3 sendok makan kaporit ke dalam 10 liter air bersih sebagai larutan pembersih. Siramkan larutan secara merata ke seluruh bagian dinding dan dasar tandon. Setelah didiamkan 30–60 menit, bilas tandon hingga benar-benar bersih dan bebas bau.
Manfaatkan Larutan Cuka untuk Pembersihan Alami
Cuka putih memiliki kemampuan antibakteri sekaligus mampu menghilangkan bau tidak sedap. Campurkan sekitar 2 liter cuka dengan 8 liter air, lalu siramkan ke seluruh permukaan tandon. Biarkan larutan cuka bekerja selama 1–2 jam untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah itu, bilas tandon menggunakan air bersih hingga tidak menyisakan aroma cuka.
Bersihkan Filter dan Saringan Air
Cara hilangkan bau tandon berikutnya adalah filter yang kotor membuat proses penyaringan air tidak maksimal sehingga kotoran tetap masuk ke tandon. Lepas filter dan cuci dengan air mengalir sambil disikat agar kembali bersih. Idealnya, filter diganti setiap 6 bulan atau saat sudah tidak berfungsi dengan baik.
Keringkan Tandon Sebelum Diisi Ulang
Setelah proses pembersihan selesai, biarkan tandon terbuka agar cepat kering oleh angin. Kondisi kering ini menghambat pertumbuhan bakteri yang biasanya berkembang pada permukaan lembab. Pastikan tidak ada genangan atau sisa air yang tertinggal di bagian dasar.
Cara Menjaga Air Tandon Anti Bau
Jadwalkan Pembersihan Rutin Setiap 3 Bulan
Membersihkan tandon secara berkala merupakan cara paling efektif mencegah bau tak sedap. Jadwalkan pembersihan minimal setiap 3–6 bulan agar kotoran tidak menumpuk. Anda bisa mencatat tanggal pembersihan terakhir sebagai pengingat untuk jadwal berikutnya.
Pasang Penutup Tandon yang Rapat
Penutup tandon harus selalu dalam kondisi rapat tanpa celah sedikit pun untuk mencegah masuknya kotoran. Serangga, debu, dan daun kering bisa masuk jika penutup tidak terpasang sempurna. Penutup yang baik juga menghalangi masuknya cahaya matahari, sehingga lumut tidak mudah tumbuh.
Gunakan Tandon Berkualitas dengan Material Anti Lumut
Tandon berkualitas tinggi biasanya terbuat dari material fiber atau polyethylene food grade yang lebih aman. Beberapa produk modern bahkan memiliki lapisan anti bakteri dan anti lumut untuk perlindungan ekstra. Pilih warna gelap atau tandon berlapis ganda agar cahaya tidak tembus dan mencegah pertumbuhan lumut. Investasi ini dapat menjaga kualitas air dalam jangka panjang.
Pasang Filter Air di Pipa Masuk
Filter air berfungsi menyaring kotoran sehingga air yang masuk tandon lebih bersih. Bila filter kotor, aliran air menjadi tidak optimal dan kotoran dapat tetap masuk. Cuci filter setiap dua minggu atau sesuai rekomendasi pemakaiannya. Jika filter mulai rusak atau tidak efektif, segera ganti dengan yang baru.
Alirkan Air Secara Berkala untuk Sirkulasi
Air yang tergenang dalam waktu lama rentan menghasilkan bau karena tidak ada sirkulasi. Oleh karena itu, gunakan air tandon secara rutin agar selalu ada pergantian air. Air yang mengalir akan mencegah tumbuhnya bakteri dan mikroorganisme penyebab bau.
Kebutuhan akan kebersihan tandon dan air lancar adalah hal yang penting. Oleh karena itu, jika membutuhkan jasa bersih tandon yang tepat atau ingin berkonsultasi, bisa menghubungi WhatsApp berikut.
Kesimpulan
Cara hilangkan bau tandon bisa dengan metode pembersihan menyeluruh dan rutin. Memahami penyebab bau membantu mengambil langkah pencegahan yang tepat. Pembersihan berkala setiap 3-6 bulan sangat penting untuk menjaga kualitas air.





