Tandon Bawah Tanah – Tandon bawah tanah atau ground water tank menjadi salah satu solusi penyimpanan air yang banyak digunakan pada rumah tinggal, gedung, hingga area komersial. Posisinya yang berada di bawah permukaan tanah membuat kapasitas penyimpanan lebih besar tanpa mengganggu tampilan bangunan. Namun, agar kualitas air tetap terjaga, penting untuk mengetahui cara merawat tandon bawah tanah tetap bersih.
Banyak orang menganggap tandon bawah tanah tidak memerlukan perawatan karena letaknya tertutup. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, endapan lumpur, lumut, hingga bakteri dapat berkembang di dalam tangki. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kualitas air yang Anda gunakan sehari-hari.
Lalu, bagaimana cara menjaga kebersihan tandon bawah tanah agar tetap higienis dan awet? Simak penjelasan berikut.
Tanda-Tanda Tandon Perlu Dibersihkan

Membersihkan tandon secara berkala jauh lebih baik daripada menunggu masalah muncul. Berikut beberapa tanda yang menunjukkan bahwa tandon bawah tanah sudah saatnya Anda bersihkan.
1. Air Terlihat Keruh
Pertama, perhatikan kondisi air yang keluar dari keran. Jika air mulai keruh, kemungkinan terdapat endapan kotoran di dasar tandon. Akibatnya, kualitas air akan menurun dan kurang nyaman digunakan.
2. Muncul Bau Tidak Sedap
Selain itu, aroma yang tidak biasa menjadi tanda adanya pertumbuhan bakteri atau penumpukan bahan organik. Kondisi ini tidak boleh Anda ibiarkan terlalu lama.
3. Endapan Lumpur Semakin Tebal
Seiring waktu, pasir, tanah, dan partikel kecil akan mengendap di dasar tandon. Oleh sebab itu, endapan perlu Anda bersihkan agar kapasitas penyimpanan tetap optimal.
4. Tekanan Air Menurun
Selanjutnya, tekanan air yang melemah juga bisa karena oleh saluran yang tersumbat endapan. Akibatnya, distribusi air menjadi kurang maksimal.
5. Warna Dinding Tandon Berubah
Dinding bagian dalam dapat dipenuhi lumut atau kerak mineral. Bahkan, kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme apabila tidak segera bersihkan.
6. Sudah Lama Tidak Dibersihkan
Idealnya,lakukan pembersihan setiap enam bulan sekali. Namun, jika penggunaan air sangat tinggi, jadwal pembersihan bisa dilakukan lebih sering.
Cara Merawat Tandon Bawah Tanah Tetap Bersih

Agar air yang Anda gunakan keluarga tetap higienis, berikut beberapa langkah cara merawat tandon bawah tanah tetap bersih yang bisa diterapkan.
1. Bersihkan Tandon Secara Berkala
Membersihkan tandon merupakan langkah paling penting dalam perawatan. Idealnya, pembersihan dilakukan setiap 6 hingga 12 bulan, tergantung kualitas sumber air yang Anda gunakan.
Saat membersihkan tandon, kosongkan seluruh air terlebih dahulu. Setelah itu, bersihkan bagian dasar dan dinding tangki menggunakan sikat berbulu lembut agar endapan tidak menempel.
Hindari penggunaan bahan kimia yang terlalu keras karena dapat meninggalkan residu pada tangki.
2. Periksa Kondisi Tutup Tandon
Tutup tandon memiliki fungsi penting untuk mencegah masuknya debu, serangga, tikus, maupun kotoran lainnya.
Pastikan tutup tangki selalu tertutup rapat dan tidak mengalami retak atau kerusakan. Jika terdapat celah kecil sekalipun, segera lakukan perbaikan agar kontaminasi dari luar tidak masuk ke dalam air.
3. Cek Endapan di Dasar Tangki
Endapan merupakan masalah yang sering ditemukan pada tandon bawah tanah. Semakin lama Anda biarkan, sedimen akan semakin tebal dan memengaruhi kualitas air.
Saat proses pembersihan, periksa apakah terdapat pasir, lumpur, atau kerak mineral di dasar tangki. Bersihkan seluruh endapan hingga benar-benar hilang sebelum tangki kembali digunakan.
4. Pastikan Saluran Masuk dan Keluar Air Bersih
Saluran inlet maupun outlet juga perlu mendapatkan perhatian.
Periksa apakah terdapat penyumbatan akibat kerak, pasir, atau kotoran lainnya. Saluran yang bersih akan membantu aliran air tetap lancar sekaligus mengurangi risiko penumpukan bakteri.
Jika diperlukan, lakukan pembilasan pada pipa secara berkala.
5. Gunakan Filter Air
Pemasangan filter sebelum air masuk ke dalam tandon menjadi langkah efektif untuk mengurangi kotoran.
Filter mampu menyaring pasir, lumpur, daun kecil, maupun partikel lain sebelum mengendap di dasar tangki. Dengan begitu, proses pembersihan tandon menjadi lebih ringan dan kualitas air tetap terjaga.
6. Periksa Dinding Tandon
Dinding tandon perlu cek secara rutin untuk memastikan tidak terdapat retakan maupun kebocoran.
Retakan kecil dapat menjadi jalan masuk air tanah yang membawa bakteri atau lumpur. Selain itu, kebocoran juga menyebabkan volume air berkurang secara perlahan.
Jika ada kerusakan, segera lakukan perbaikan agar tidak semakin parah.
7. Hindari Genangan Air di Sekitar Tandon
Area sekitar tandon bawah tanah sebaiknya selalu bersih dan tidak tergenang air.
Genangan dapat menjadi tempat berkembangnya serangga maupun membawa kotoran masuk ke dalam tangki melalui celah tertentu. Pastikan sistem drainase di sekitar tandon bekerja dengan baik.
Baca juga Penyebab Tandon Air Kecil Cepat Habis
Jangan tunggu air berubah keruh atau berbau. Percayakan kebersihan tandon bawah tanah Anda kepada Jasa Bersih Tandon kami. Klik tombol berikut ini dan jadwalkan pembersihan profesional agar air di rumah selalu bersih, sehat, dan aman digunakan.
Kesimpulan
Tandon bawah tanah berperan penting sebagai tempat penyimpanan air bersih. Oleh karena itu, kebersihannya harus selalu terjaga melalui perawatan rutin. Mulai dari membersihkan endapan, memeriksa penutup, hingga mengecek saluran pipa, seluruh langkah tersebut membantu menjaga kualitas air tetap bersih dan aman.


